Kamis, 29 Januari 2009

kuldesak..

Haha… hidup harus bahagia. Dan salah satu syarat kebahagiaan adalah bergembira dan optimis dalam menjalani kehidupan. Lahir untuk memberi inspirasi, idela kan… Syaratnya juga harus terus menghimpun banyak inspirasi, dan menghiasi hidup dengan begitu banyak hal yang siap memberikan limpahan inspirasi, bisa Alqur’an, buku, tokoh, your mom, your dad, your wife, your brother n sister, your friend, your child, fenomena hidup yang kau lihat, ciptaan pencipta yang kau saksikan..
Sejatinya, apa saja yang dilihat, dirasa, didengar adalah sumber inspirasi. Catatannya adalah bagaimana kita bisa mengolah apa yang kita lihat, dengar dan rasakan tersebut menjadi sumber inspirasi…

Belajar dari Ibrahim...

Judul postingan ini memang terinspirasi dari lirik lagu SNADA. Juga karena atmosfer idul adha masih lekat dalam suasana hari-hari tasyrik ini. Lirik lagu SNADA ini memang asyik. Gembira sekaligus sarat makna. Dan tentunya senantiasa up to date dijadikan pelajaran disepanjang masa. Episode sejarah yang diajarkan Ibrahim, merupakan episode sejarah keikhlasan yang luar biasa. Merupakan epik romantik yang penuh cinta dan peghambaan. Karena secara faktual, ekspresi cinta yang paling agung adalah ketundukan dan keikhlasan tanpa pamrih. Ini adalah epik pengorbanan yang monumental.

Setidaknya ada tiga syarat utama menjadi orang-orang terbaik sekelas Ibrahim, dan inilah yang diteladankan Ibrahim kepada kita, dan setting sejarah inilah yang dicatatkan Allah dalam Q.S. Ash Shaffat; 100-111. Syarat-syarat tersebut adalah, pertama adalah Ruhud du’a (bersegera dalam memohon pertolongan kepada Allah), kedua adalah Ruhul Istijaabah (bersegera dalam menyambut perintah Allah), dan ketiga adalah Ruhul Sidqi Azaa (kejujuran dalam melaksanakan perintah Allah).

Idul Adha 1429H

Episode idul adha kali ini terasa datar. Tanpa pretensi apa-apa terkait makna dan moment luar biasa ini. Tapi bisa jadi episode yang sedang dilalui sekarang tidak di-create untuk menciptakan gelombang-gelombang perubahan yang kuat, imaginatif, inspiratif dan membanggakan. Lembaran-lembaran materi itu terasa jauh, kering dan sulit diimplementasikan. Betul, kita tak butuh hari esok untuk merealisasikan mimpi hari ini. Semoga episode ini segera berakhir. Robbana zolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakuunanna min al khaasiriin.