Jumat, 09 November 2007

williem iskandar 1C

Kenangan itu tentu tak kan pernah terlupakan. Aku lebih senang menyebutnya sebagai periode penumbuhan karakter diri. Disinilah seluruh talenta dasar disemai dan dikembangkan. Berproses menjadi diri sendiri. Berproses menjadi lebih memaknai peran hidup. Berproses "becoming". Tak sekedar hadir, tapi jauh daripada itu, mampu memberi nilai lebih.

Sembilan tahun berlalu.., dan hampir 5 tahun aku tak pernah berkunjung lagi kesana. Bersua dengan semangat menjadi yang terbaik. Bahkan term "science and religion just we can combine" masih terngiang jelas. Pemaknaan bahwa kami (anak-anak) MAN bukanlah siswa kelas dua, sarungan, peci-an, atau apalah dengan makna under estimate, cuma bisa ngaji dan ceramah. Fakta tentu bicara lain. Diaspora alumni-alumni memang luar biasa. UI, ITB, UGM, UNAND, UNDIP, IPB, UNILA dan USU bukanlah kampus-kampus yang sulit untuk ditaklukkan.
Jayalah MAN 1 Medan. Kerinduan ini belum terbalas hingga kini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar